EMCL Blok Cepu Klaim Berkontribusi Pendapatan Negara Rp500 Triliun

26 Maret 2025 11:14 26 Mar 2025 11:14

Thumbnail EMCL Blok Cepu Klaim Berkontribusi Pendapatan Negara Rp500 Triliun Watermark Ketik
External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar saat memaparkan historis dan perkembangan terbaru EMCL, 23 Maret 2025. (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.co.id)

KETIK, TUBAN – Operator ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) selama beroperasi 19 tahun telah memberikan dampak positif bagi negara Indonesia melalui pendapatan langsung Pemerintah senilai Rp500 triliun, setara kurs rupiah terhadap US Dollar Rp16 ribu.

Hal ini disampaikan External Engagements dan Socioeconomic Manager EMCL Tezhart Elvandiar dalam acara Ngabuburit Bareng Media Tuban, Selasa sore 23 Maret 2025.

“Nilai dan pemasukan terhadap negara sebesar setara Rp500 triliun dari hasil pengelolaan blok Cepu lapangan Banyuurip,” ungkap Etan sapaan Tezhart Elvandiar.

Menurutnya, secara historis Blok Cepu, itu hasil dari Kontrak Bagi Hasil (PSC) tahun 2005 oleh EMCL, PT Pertamina EP Cepu, dan empat perusahaan pemerintah daerah.

Dia menyebut EMCL juga telah memberikan kontribusi serta memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan mengurangi sekitar 25 persen dari produksi minyak mentah dalam Negeri.

“Secara kumulatif kami telah menghasilkan lebih dari 650 juta barel minyak mentah melalui operasi produksi yang aman, andal, dan efisien di blok Cepu,” jelasnya.

Dari Blok Cepu, ditambah Etan, ada Lapangan Banyu Urip yang merupakan pengembangan pertama wilayah kerja Blok Cepu. Pada tahun 2001 diumumkan penemuan cadangan minyak mentah di sana diperkirakan sebanyak 450 juta barel.

“Saat ini, kinerja reservoir sangat baik dan berdasarkan evaluasi teknis, cadangan minyak mentah lapangan Banyu Urip telah meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 450 juta barel menjadi 1 miliar barel,” sambungnya.

Selanjutnya guna mendukung produksi Lapangan Banyu Urip, pada 2011 dilakukan pengembangan dan pengeboran cadangan minyak di lapangan Kedung Keris dan mulai berproduksi di akhir tahun 2019.

“Berdasarkan rencana pengembangan (POD), lapangan Kedung Keris dapat menambah sekitar 20 juta barel cadangan minyak dengan kapasitas produksi hingga 10.000 barel per hari,” tambah Etan dalam paparannya.

Etan juga memaparkan perkembangan terbaru EMCL telah terlibat aktif dalam inisiatif meningkatkan produksi dan efisiensi. Termasuk kampanye pengeboran Banyu Urip Infill Clastic dan menandatangani kontrak dengan PT Petro Drilling Services Indonesia (PDSI) untuk rig pengeboran baru.

Selain hasil produksi dan perkembangan terbaru perusahaan, ia menambahkan kontribusi perusahaan yang dipimpin Presiden ExxonMobil, Carole Gall, bagi Masyarakat sekitar operasi.

Etan menyampaikan, sudah menjadi bagian komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam kemajuan masyarakat, termasuk dalam upaya meningkatkan kualitas program maupun pendampingan dengan basis Community Development Program melalui program -program Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang mencakup 3 bidang yaitu Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan.

“Selain menyumbangkan ketahanan energi Nasional. Komitmen perusahaan dalam memberikan pendampingan kepada warga sekitar baik di Bidang Ekonomi seperti dukungan pengelolaan sampah desa Rengel, Bidang Pendidikan ada Pusat Guru Pelajar, Bidang Kesehatan ada akses air bersih di kawasan terpencil bagi warga Bojonegoro, Tuban, Blora,” tutup External Engagements dan Socioeconomic Manager EMCL Tezhart Elvandiar.(*)

 

Tombol Google News

Tags:

Emcl lapangan banyu Urip EMCL Cepu Migas lomba