Gandeng Ketik Media, Unicef Bakal Gelar Diskusi Lintas Sektor

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

4 Juni 2024 11:44 4 Jun 2024 11:44

Thumbnail Gandeng Ketik Media, Unicef Bakal Gelar Diskusi Lintas Sektor Watermark Ketik
Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa dan Bali Tubagus Arie Rukmantara. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – United Nations Children’s Fund (Unicef) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) melatih sebanyak 2.040 siswa di Jawa Timur dan 18 ribu siswa di Indonesia.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digital dengan pendekatan project based atau model pembelajaran yang menggunakan kegiatan sebagai sarana pembelajaran.

Dari pelatihan tersebut diselenggarakan Diskusi Lintas Sektor Pemberdayaan Remaja yang dihadiri beberapa narasumber.

Narasumber yang hadir pada acara kali ini yaitu perwakilan Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, perwakilan ITS, kepala divisi pendidikan Unicef, CEO Ketik Media, Kadin Jatim, Kadin Surabaya, ISMI, SFC dan FAS Jatim.

Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa dan Bali Tubagus Arie Rukmantara menjelaskan pihaknya sudah lebih dari satu tahun berkolaborasi dengan ITS dan Dindik Jatim mengembangkan digital skill dalam payung double track.

"Melatih ribuan siswa SMA dan madrasah, produknya adalah mereka punya program, aplikasi, website atau bahkan punya marketplace," tuturnya pada Ketik Media, Selasa (4/6/2024).

Mengenai acara Diskusi Lintas Sektor Pemberdayaan Remaja, Arie mengungkapkan bertujuan untuk menyerap saran lebih banyak untuk pengembangan program ini.

"Dari dunia swasta karena banyak CEO yang diundang, dari media Ketik mengenai perkembangan di lapangan termasuk dewan pendidikan baik Jawa Timur maupun Surabaya," jelasnya.

Ketrampilan remaja dalam mengadapi perkembangan teknologi juga mendapat tantangan serius. Beberapa penelitian menyampaikan bahwa sebagian besar remaja hanya menggunakan platform online dan dunia digital untuk hiburan dan mengisi waktu luang.

"Lulusan SMA pun harus punya keahlian karena kalau lanjut ke kuliahpun juga diperlukan keahlian itu," jelas Arie.

Jika nantinya, para lulusan SMA tidak melanjutkan kuliah, siswa dan siswi SMA tersebut bisa berwirausaha dengan memanfaatkan platform digital.

"Memastikan bahwa lulusan SMA siap bersaing melalui jalur perguruan tinggi maupun bersaing di bidang usaha," ungkap Arie.

Sebagai informasi, Diskusi Lintas Sektor bakal diselenggarakan pada Rabu, 5 Juni 2024 pukul 15.00 hingga 17.00 WIB bertempat di JW Marriot Surabaya yang dihadiri para siswa dan siswi SMA, MA se-Jatim.(*)

Tags:

UNICEF Dindik Jatim ITS kemampuan digital pelatihan digital SMA SMA se-Jatim Diskusi Lintas Sektor Arie Rukmantara double track Jatim