Kabar Gembira! Dishub Segera Operasikan Bus Trans Jatim Jurusan Surabaya-Mojokerto

Jurnalis: Mustopa
Editor: Marno

1 Agustus 2023 09:07 1 Agt 2023 09:07

Thumbnail Kabar Gembira! Dishub Segera Operasikan Bus Trans Jatim Jurusan Surabaya-Mojokerto Watermark Ketik
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono (Foto: Mustopa/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim akan segera mengoperasikan Bus Trans Jatim koridor II. Peluncuran rute baru tersebut akan dilakukan Gubernur Khofifah pada minggu ketiga bulan Agustus ini.

Bus Trans Jatim koridor II akan beroperasi dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Surabaya melalui Krian, Sidoarjo hingga Terminal Kertajaya, Mojokerto. Ada 22 armada yang disiapkan untuk mendukung operasional di rute tersebut.

”Minggu ketiga bulan Agustus insyaallah akan di-launching oleh Bu Gubernur di Terminal Kertajaya Mojokerto,” kata Kadishub Jatim, Nyono kepada Ketik.co.id ketika ditemui di kantornya, Selasa (1/8/2023).

Pengoperasian Bus Trans Jatim koridor II ini, kata Nyono, untuk menggantikan bus hijau yang sudah beroperasi lebih dari 25 tahun. Tentunya dengan menghadirkan moda transportasi yang lebih nyaman dan aman. 

”Kemudian bisa memberikan layanan yang lebih baik lah bagi masyarakat Jawa Timur terutama di koridor Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto,” imbuh pria kelahiran Porong, Sidoarjo ini.

Apalagi Bus Trans Jatim juga dilengkapi dengan aplikasi ”TRANSJATIM-AJAIB yang memudahkan pengguna memantau keberadaan bus. Sehingga bisa memberikan kepastian waktu dan tentunya dengan harga yang lebih murah.

Foto Bus Trans Jatim koridor I  rute Sidoarjo-Surabaya - Gresik yang  beroperasi  mulai Agustus 2022 lalu dengan tarif Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar dan santri. (Humas Pemprov Jatim)Bus Trans Jatim koridor I rute Sidoarjo-Surabaya - Gresik yang beroperasi mulai Agustus 2022 lalu dengan tarif Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar dan santri. (Humas Pemprov Jatim)

Menurut Nyono, Kehadiran Bus Trans Jatim koridor II ini juga untuk mengurangi volume kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Sehingga kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan.

”Kalau yang dari kendaraan pribadi kita satukan ke kendaraan umum, bisa mengurangi pemakaian BBM dan emisi gas buang,” lanjut pria yang mendapatkan gelar Doktor Teknik Sipil di Universitas Brawijaya ini.

Lebih lanjut, Nyono juga meyakini bahwa kehadiran Bus Trans Jatim koridor II bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jasa penitipan motor hingga warung yang berada di sekitar halte bisa ikut berkembang.

”Mudah-mudahan ini menjadi multiplayer, menjadi pengungkit bagi pertumbuhan itu mengikuti layanan Trans Jatim yang lebih baik,” harap pria yang pernah menempuh pendidikan D3 Teknik Sipil di Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) ini.

Ada rencana juga untuk mengintegrasikan angkutan dengan tempat wisata yang berada di daerah Mojokerto dan Kabupaten atau Kota terdekat. Sehingga itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata.

”Jadi nanti dari Kertajaya akan kami tingkatkan juga nanti mungkin angkutan Kertajaya ke arah Batu, Kertajaya feeder-nya ke tempat wisata yang ada di sekitar Kabupaten/Kota Mojokerto,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dishub Jatim bus trans Jatim Koridor II Nyono