Kades di Sidoarjo Deklarasi Dukung Paslon 02, Pj Gubernur Jatim: Netralitas ASN-Penyelenggara Negara Itu Harga Mati

Editor: Fathur Roziq

13 Februari 2024 10:18 13 Feb 2024 10:18

Thumbnail Kades di Sidoarjo Deklarasi Dukung Paslon 02, Pj Gubernur Jatim: Netralitas ASN-Penyelenggara Negara Itu Harga Mati Watermark Ketik
Pj Gubernur Jatim Adhi Karyono (dua dari kanan) berbincang dengan Ketua Bawaslu Sidoarjo Agung Nugraha (kanan), Ketua KPU Jatim Choirul Anam, Ketua KPU Sidoarjo M. Iskak, dan Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi SH. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Netralitas ASN dan penyelenggara negara lainnya adalah harga mati dalam Pemilu 2024 ini. Jika ada yang tidak netral, mereka akan langsung diproses. Sudah ada aturan yang melarang penyelenggara berpihak pada peserta pemilu.

”Jika ditemukan ada yang tidak netral, baik ASN atau aparatur, perangkat desa, dan sebagainya akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat meninjau kesiapan logistik Pemilu 2024 di Kantor Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (13/2/2024).

Adhi Karyono menegaskan, ketidaknetralan aparatur sipil negara maupun penyelenggara negara lainnya dalam pemilu banyak memicu terjadinya pelanggaran aturan pemilu. Karena itu, lanjut Adhy Karyono, soal netralitas itu sering disosialisasikan dalam berbagai kesempatan.

Adhy Karyono menyatakan telah berkomitmen dan bersepakat dengan seluruh bupati dan wali kota serta sekretaris daerah (Sekda) se-Jawa Timur untuk menjaga netralitas selama pelaksanaan Pemilu 2024.

”Kita sudah sepakat dan dibuktikan dengan gencar melakukan sosialisasi dalam menjaga netralitas ASN maupun penyelenggara pemerintahan,” tambah pejabat yang juga Sekda Provinsi Jatim tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Sidoarjo Agung Nugraha juga telah menyampaikan pentingnya netralitas ini. Baik netralitas penyelenggara pemilu, ASN, maupun penyelenggara negara lainnya. Termasuk, kepala-kepala desa. Netralitas ini menjadi fokut utama pengawasan Pemilu 2024.  

Nah, sepekan terakhir, beredar video tentang pernyataan kepala desa tentang dukungan untuk salah satu pasangan capres-cawapres. Video itu memperlihatkan 12 kepala desa menyatakan dukungan Nderek Bupati Nderek Kiai. Mereka adalah para Kades di Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Kuat dugaan deklarasi itu mengarah pada dukungan untuk Bupati Sidoarjo yang mendukung Capres-Cawapres Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

Para Kades itu mengenakan seragam dinas berwarna cokelat saat menyatakan dukungan Nderek Bupati, Nderek Kiai. 

"Kami, kepala desa Kecamatan Buduran Nderek Kiai, Nderek Bupati, Dukung 02 sekali putaran," ucap mereka serempak.

Belum diketahui video berdurasi 13 detik tersebut dibuat oleh siapa, kapan, dan di mana. Namun, video itu telah beredar viral di Sidoarjo. Banyak pihak bertanya-tanya. Mengapa belasa Kades itu begitu berani melakukannya. 

Camat Buduran Samsu Rizal mengaku tidak tahu-menahu soal bagaimana munculnya video tersebut. Sebab, baru Jumat (9/2/2024) dirinya mendapat kiriman video yang viral tersebut.

”Ada yang nge-share ke saya,” ungkap Samsu Rizal.

Ditanya kapan dan di mana video para Kades itu dibuat? Samsu Rizal mengaku tidak tahu-menahu. Termasuk, alasan mengapa para Kades sampai melakukan itu.

Apakah mereka akan disanksi? ”Wah, saya no comment soal itu,” ujarnya.  (*)

Tombol Google News

Tags:

pemilu2024 Plh Gubernur Adhi Karyono Gubernur Jatim netralitas ASN Deklrasi Kades Nderek Kiai Wabup Subandi H Subandi Kecamatan Buduran Prabowo-gibran