Kesiapan Generasi Unggul: Peningkatan Keterampilan di Tengah Perubahan

4 April 2025 06:25 4 Apr 2025 06:25

Thumbnail Kesiapan Generasi Unggul: Peningkatan Keterampilan di Tengah Perubahan Watermark Ketik
Oleh: Dyah Pikanthi Diwanti*

Sebuah peradaban akan dimulai dari generasi yang bertumbuh di masanya. Generasi yang menjadi harapan, cita dan cinta tumpuan bersama. Setiap masa akan mengalami perubahan. 

Perubahan itu sendiri mau tidak mau dipersiapkan dengan baik. Namun realitanya, perubahan yang sejatinya hadir adalah kebutuhan bukan lagi keinginan karena adanya perubahan akan muncul dinamisasi pergerakan yang sehat dari generasi. 

Pertanyaan selanjutnya adakah kesiapan yang dibutuhkan generasi dalam melalui suatu proses yang akan hadir bersamanya? Inilah kondisi yang ada di tengah perubahan di mana keterampilan hidup generasi baik softskill maupun life skills-nya memerlukan penataan yang strategis. 

Fenomena yang saat ini dirasakan bersama adalah kesiapan generasi unggul di mana generasi unggul ini bukan hanya dilihat matang dari aspek sosial, psikologis maupun material saja namun lebih dari itu bagaimana landasan keimanan/keyakinan yang akan diwujudkan melalui amalan dalam aktivitasnya akan menguatkan generasi unggul dalam menghadapi tantangan di tengah perubahan.

Generasi unggul menjadi perintis, pemimpin dan penggerak perubahan yang menjadikan tantangan menjadi peluang dan kesempatan. Kesiapan generasi unggul adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang dimulai dari penguatan ragam aspek dasar seperti nilai-nilai yang akan dipelajari terpatri dan membentuk kepribadian yang menjadi bekal di masa depan.

Saat ini generasi dihadapkan pada masa hadirnya perkembangan teknologi yang lebih canggih. Generasi yang dipersiapkan dalam tempaan dan penguatan akan jauh lebih optimis dalam menghadapi tantangan.

Realitas di era digital ini menunjukan bagaimana segenap aktivitas dapat dibantu dengan peran teknologi berupa alat atau mesin. Namun demikian, hal yang mendasar sejatinya ada pada peningkatan keterampilan/soft skill generasi sebagaimana menurut Parray, ILO (2017) menjelaskan pentingnya generasi dalam meningkatkan kualitas keterampilan khususnya bagi angkatan kerja yang didominasi generasi muda yakni dengan teknologi digital. 

Di era digital ini ragam manfaat penggunaannya sangatlah dirasakan dalam lingkup domestik maupun publik. Kehadirannya yang memudahkan dalam hal komunikasi, lebih dinamis dan fleksibel menjadikan arus informasi semakin mudah diakses. 

Bagi generasi unggul perubahan teknologi tersebut membutuhkan kesiapan strategis untuk adaptasi dan edukasi dalam penerapan/amalannya supaya sesuai kebutuhan untuk kebaikan. Untuk itulah diperlukan apa yang dinamakan literasi digital sebagai kemampuan untuk mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengkomunikasikan, mengevaluasi, dan membuat informasi secara aman dan tepat.

Penggunaan teknologi digital ini terfokus untuk pekerjaan dan kegiatan kewiraswastaan/kewirausahaan (Law et al., 2018). Literasi digital sendiri menjadi keterampilan dasar yang perlu ditingkatkan oleh generasi dari semua disiplin ilmu dan usia (Park et al., 2021). 

Sebuah studi empiris menyebutkan ada beberapa indikator dalam tata kelola digital yang perlu diperhatikan antara lain: 

Pertama, Etika digital yakni kemampuan individu untuk memahami, menyesuaikan diri, dan juga menerapkan etika digital saat memanfaatkan dunia digital sesuai dan bermanfaat untuk kebaikan. Pentingnya etika ini menjadikan ragam informasi yang hadir di media mampu membawa perubahan yang lebih baik. 

Kedua, budaya digital yaitu hasil kreasi dan karya manusia dengan berbasis teknologi internet. Biasanya tercermin melalui cara manusia berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan juga berkomunikasi di dunia digital. Budaya mencerminkan kebiasaan yang hadir di masyarakat harapannya membawa dampak yang positif dan bermanfaat. 

Ketiga, keterampilan digital yaitu kemampuan yang secara efektif dapat mengevaluasi dan membuat informasi dengan menggunakan berbagai teknologi digital. Keterampilan demikian hendaknya informatif dan komunikatif.

Keempat, keamanan digital ini di mana aktivitas untuk mengamankan kegiatan digital, salah satunya melalui penggunaan password dan lainnya. Beberapa hal tersebut dibutuhkan generasi unggul dalam mendukung keberhasilan pencapaian literasi digital tersebut.

Hal mendasar lainnya yang perlu dipersiapkan generasi unggul di tengah perubahan yang sangat cepat mengakibatkan berbagai industri/instansi membutuhkan Sumber Daya Manusia dengan skill (keterampilan) atau kompetensi yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan.

Hard skill dan soft skill merupakan keterampilan yang diperlukan oleh tiap orang untuk pengembangan diri (Indah, D. R. (2017). Sebagaimana diketahui Indonesia mengalami lonjakan penduduk usia produktif kurang lebihnya sepertiga dari total penduduk Indonesia.

Hal ini menjadi perhatian bersama khususnya terkait pengelolaan jumlah angkatan kerja yang saat ini rentan mengalami PHK dan pengangguran di usia produktifnya. Bahkan keterserapan angkatan kerja yang sesuai dengan kompetensinya masih belum maksimal terserap di dunia kerja. 

Berdasarkan studi empiris yang dilakukan pada sejumlah mahasiswa yang ada di semester akhir di tahun 2025 terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian bersama di antaranya terkait dengan pentingnya soft skill yakni keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk diri sendiri, maupun berkelompok, atau bermasyarakat.

Sejumlah keterampilan yang dipersiapkan tersebut antara lain:

Pertama, problem solving skill merupakan kemampuan generasi dalam melakukan analisa dan mencari solusi atas suatu permasalahan. Hal ini antara lain melalui penyampaian ide, kemampuan berkomunikasi berdasar dengan latar budaya berbeda, menemukan ide baru melalui teknologi/ internet dan kemampuan menyelesaikan masalah. 

Kedua, teamwork skill merupakan kemampuan individu dalam melakukan kerjasama dengan anggota dalam tim secara baik untuk mencapai tujuan. Hal tersebut diantaranya penyampaian ide, memberikan kontribusi dalam kerja tim, bekerja sama secara efektif, bekerja sama secara produktif, menerima tanggung jawab, berperan dalam tim dan berdiskusi dengan teman.

Ketiga, communication skill merupakan kemampuan individu dalam menyampaikan sesuatu yang jelas dengan harapan lawan bicara dapat memahami maksud yang disampaikan. Hal tersebut antara lain, penyampaian ide secara jelas dan efektif, kemampuan mengidentifikasi masalah dalam situasi sulit, kemampuan menerima saran atau masukan dan menghargai pendapat orang lain. 

Keempat, leadership skill merupakan kemampuan individu dalam mempengaruhi perilaku seseorang guna mengarahkan agar sesuai tujuan. Hal tersebut antara lain, kemampuan dalam kepemimpinan, berpengetahuan mengenai dasar kepemimpinan dan kemampuan dalam meyakinkan teman untuk melakukan perubahan yang lebih baik (Iriani, 2017), (Djamaris, 2013). 

Selain soft skill yang dipersiapkan, hard skill yang berfokus pada keahlian khusus yang mengacu pada disiplin keilmuan dan aspek kognitif juga dipersiapkan. Kedua skill ini sangat penting karena akan saling melengkapi satu sama lain. 

Sebagai penguatan akan soft skill yang perlu dipersiapkan bagi generasi unggul maka pelatihan menjadi satu tahapan yang dapat dilaksanakan untuk membangun potensi yang dimiliki. Pelatihan merupakan suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan. 

Oleh karena itu, proses ini terikat erat dengan berbagai tujuan termasuk di dalamnya adalah peningkatan ragam keterampilan yang dibutuhkan oleh generasi unggul dalam kesiapan beradaptasi di tengah perubahan. 

Proses pelatihan ini dapat dimulai dari ruang pembelajaran generasi baik di sekolah maupun tempat belajar secara formal lainnya. Selain itu, melalui komunitas yang tersebar baik di kota maupun pedusunan yang sudah terbentuk komunitas maupun melalui Balai Latihan Kerja (BLK). 

Berdasarkan riset yang dilakukan pada sejumlah mahasiswa di Perguruan Tinggi di Yogyakarta tahun 2025 menunjukan hasil bahwa soft skill menjadi mediasi pengaruh competence/kompetensi terhadap work readiness/kesiapan kerja. 

Hal tersebut menegaskan bagaimana kompetensi yang merupakan gabungan antara pengetahuan, keterampilan, dan atribut kepribadian/sikap seseorang mampu meningkatkan, melejitkan kemampuan yang dimiliki dan memberikan kontribusi nyata untuk keberhasilan seseorang. 

*) Dr Dyah Pikanthi Diwanti, SE, MM merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email [email protected].
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Tombol Google News

Tags:

opini Dyah Pikanthi Generasi Unggul